Sebelum tren kepemilikan klub sepak bola Inggris oleh selebritas Hollywood populer, Budi dan Michael Hartono telah lebih dulu menorehkan jejak sukses di kancah sepak bola Italia. Sejak mengakuisisi Como 1907 pada tahun 2019, ketika klub tersebut masih terjebak di Serie D, Hartono bersaudara, yang memiliki kekayaan dari sektor perbankan dan tembakau, telah membimbing klub tersebut meraih tiga kali promosi hingga mencapai kasta tertinggi, Serie A, pada tahun 2024.
Visi Ekosistem Holistik
Investasi sebesar kurang lebih €390 juta atau sekitar Rp7,57 triliun, bukan sekadar untuk kepentingan di atas lapangan hijau. Hartono bersaudara yang merupakan bos Grup Djarum ini juga memiliki ambisi besar untuk membangun model sepak bola mutakhir di wilayah Como.
Konsep ini mengintegrasikan olahraga dengan gaya hidup, pariwisata, media, dan dunia fesyen, menciptakan sebuah ekosistem yang berkelanjutan bagi klub dan lingkungannya.
Bukti Nyata di Atas Lapangan dan Valuasi Skuad
Hasil dari visi tersebut tercermin pada performa impresif Como yang kini menempati posisi keempat di Serie A. Keberhasilan ini juga terlihat dari kenaikan nilai pasar skuad mereka.
Data dari Football Benchmark menunjukkan bahwa dari tujuh tim teratas di liga, Como mencatatkan kenaikan nilai skuad paling signifikan sejak awal musim, yakni melonjak Rp1,17 triliun (dari Rp5,20 triliun menjadi Rp6,37 triliun).
Metodologi penilaian yang digunakan Football Benchmark didasarkan pada model regresi linear yang menganalisis ribuan transfer internasional, dengan mempertimbangkan variabel seperti usia, posisi, durasi kontrak, performa, hingga potensi komersial pemain.
Strategi Pencarian Bakat: Kunci Pertumbuhan Pemain Muda
Kesuksesan Como dalam meningkatkan valuasi skuad sangat bergantung pada strategi scouting yang terstruktur. Klub berfokus mengidentifikasi pemain muda dengan potensi pertumbuhan tinggi, seperti:
- Nico Paz: Didatangkan dari Real Madrid pada 2024 dengan harga Rp116,52 miliar, kini valuasinya meroket hingga Rp1,43 triliun.
- Ramon: Direkrut seharga Rp48,55 miliar, kini memiliki nilai pasar sekitar Rp330,14 miliar.
- Baturina: Pemain berusia 23 tahun ini didatangkan dari Dinamo Zagreb seharga Rp349,56 miliar plus bonus, dan kini telah bernilai Rp699,12 miliar.
Perbandingan dengan Klub Elite Lainnya
Meski klub-klub besar seperti Inter Milan tetap memimpin dengan valuasi skuad tertinggi mencapai Rp14,43 triliun, Como berhasil memposisikan diri sebagai penantang serius yang mampu mengungguli pertumbuhan nilai klub-klub mapan lainnya.
Di tengah upaya klub besar seperti Inter yang menargetkan valuasi Rp19,42 triliun, serta dinamika yang dialami klub seperti AC Milan, Atalanta, Napoli, dan Juventus, pendekatan strategis yang diterapkan oleh pemilik asal Indonesia ini terbukti mampu memberikan hasil kompetitif yang signifikan dalam waktu singkat.