Kepergian Tudor terjadi setelah masa kepemimpinannya yang singkat, hanya sekitar enam minggu, dinilai tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Tottenham kini mulai mengalihkan perhatian ke kandidat dari luar Inggris sebagai bagian dari strategi perekrutan berbasis data dan analisis performa.
Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat kuat adalah Roberto De Zerbi, yang sebelumnya menangani Brighton dan Marseille. Selain itu, pelatih asal Austria Adi Hutter, yang terakhir melatih Monaco, juga masuk dalam daftar pertimbangan klub.
Sementara itu, Sean Dyche tidak termasuk dalam kandidat. Mantan pelatih Everton dan Burnley tersebut telah menyatakan secara terbuka bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tudor.
Tottenham saat ini berada dalam situasi yang cukup sulit di klasemen, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Karena itu, fokus utama klub adalah mencari pelatih yang mampu menjaga mereka tetap bertahan di Premier League.
Selama jeda internasional, sesi latihan untuk pemain yang tidak dipanggil tim nasional akan dipimpin oleh Bruno Saltor. Namun, manajemen klub berharap keputusan terkait pelatih baru dapat diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Keputusan berpisah dengan Tudor disebut sebagai kesepakatan bersama. Hal ini terjadi tidak lama setelah kekalahan dari Nottingham Forest, yang semakin memperburuk posisi Tottenham di klasemen.
Selama menangani tim, Tudor gagal meraih kemenangan di ajang Premier League. Hasil tersebut membuat penunjukannya dianggap tidak berhasil memberikan dampak positif bagi tim.
Sebelumnya, klub sempat menunda langkah terkait masa depan Tudor karena kabar duka yang dialami sang pelatih, setelah ayahnya meninggal dunia. Tottenham pun sempat menyampaikan belasungkawa secara resmi.
Tudor ditunjuk sebagai pelatih setelah klub memecat Thomas Frank pada bulan sebelumnya, saat Tottenham berada dalam kondisi yang tidak stabil di liga.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media sosial klub, Tottenham menyampaikan bahwa keputusan berpisah diambil secara bersama dengan efek langsung. Selain Tudor, staf pelatih Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga meninggalkan peran mereka masing-masing.
Klub juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras mereka selama enam minggu terakhir serta memberikan dukungan kepada Tudor dan keluarganya atas situasi yang sedang dihadapi.
Dalam periode singkat tersebut, Tudor sempat mengalami lima kekalahan beruntun sebelum meraih hasil imbang melawan Liverpool dan kemenangan atas Atletico Madrid di Liga Champions.
Namun, kemenangan tersebut tidak cukup untuk membawa Tottenham melaju ke babak perempat final, sehingga fokus utama tim kini sepenuhnya tertuju pada upaya bertahan di Premier League.
Keputusan ini membuat Tottenham kembali harus mencari pelatih baru, yang berarti mereka akan memiliki empat manajer berbeda dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, klub juga telah memecat Ange Postecoglou pada musim panas lalu meskipun berhasil memenangkan Liga Europa.