Keinginannya untuk kembali ke klub lamanya, Real Betis, kini menghadapi hambatan besar akibat tuntutan finansial dari klub ibu kota Spanyol tersebut.
Persaingan di sektor gelandang Real Madrid saat ini berada pada tingkat yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat posisi Ceballos menjadi tidak aman.
Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde telah mengunci tempat utama, sementara Jude Bellingham berperan sebagai pusat kreativitas tim. Sisa waktu bermain kini harus dibagi dengan sejumlah pemain muda dan berbakat lainnya.
Kehadiran Thiago sebagai talenta baru, serta konsistensi Arda Guler dan Eduardo Camavinga, semakin menyingkirkan Ceballos dari prioritas utama tim.
Situasi tersebut berpotensi semakin padat pada musim depan dengan kemungkinan kembalinya Nico Paz. Kepadatan pemain di lini tengah ini membuat Ceballos, yang kontraknya masih berlaku hingga 2027, harus segera menentukan arah kariernya, apakah tetap bertahan dan bersaing atau memulai kembali di klub lain.
Bursa transfer musim panas dinilai sebagai waktu paling tepat untuk menemukan solusi permanen bagi semua pihak.
Sejak lama, Ceballos tidak pernah menutupi keinginannya untuk kembali ke Real Betis, klub yang membesarkan namanya pada periode 2014 hingga 2017 sebelum pindah ke Real Madrid dengan nilai transfer sekitar Rp315 miliar.
Setelah sempat menjalani masa peminjaman selama dua musim di Arsenal, ia kembali ke Madrid. Namun, kini masa depannya kembali menjadi tanda tanya.
Proses kepindahan ini tidak mudah karena Real Madrid tetap bertahan pada permintaan harga Rp262 miliar.
Angka tersebut menjadi kendala utama bagi klub peminat. Selain itu, gaji kotor Ceballos yang mencapai sekitar Rp157 miliar per tahun menjadi tantangan tambahan, khususnya bagi klub dengan struktur keuangan seperti Real Betis.
Dari sisi performa, musim ini menjadi periode yang kurang mengesankan bagi pemain asal Utrera tersebut. Ia hanya tampil dalam 25 persen dari total menit yang tersedia saat dalam kondisi fit, dengan total 810 menit dari 36 pertandingan. Perannya semakin berkurang sejak Alvaro Arbeloa mengambil alih tim.
Berdasarkan laporan, Ceballos hanya mendapatkan 16 persen waktu bermain di bawah pelatih saat ini. Terakhir kali ia menjadi starter di La Liga terjadi pada bulan November, menegaskan posisinya yang kini hanya sebagai pemain pelapis.
Minimnya kontinuitas penampilan juga dipengaruhi oleh cedera otot soleus yang dialami pada bulan Februari saat tampil singkat melawan Osasuna. Meski kini telah kembali berlatih bersama tim dan mendekati kondisi siap bertanding, ia menghadapi akhir musim tanpa ritme permainan yang cukup serta persaingan yang sangat ketat.
Bahkan saat pemain utama seperti Bellingham diistirahatkan, Ceballos kerap kalah bersaing dengan pemain akademi seperti Manuel Angel dalam urutan pergantian pemain.
Menjelang dibukanya bursa transfer musim panas, hubungan antara Ceballos dan Real Madrid tampaknya mendekati akhir yang alami. Klub kini siap mempertimbangkan tawaran untuk pemain yang akan berusia 30 tahun tersebut.
Dengan peluang untuk kembali menjadi pemain inti yang semakin kecil, hengkang pada musim panas menjadi langkah paling rasional bagi kedua belah pihak seiring mendekatnya akhir masa kontraknya.