Persija Jakarta membawa pulang tiga poin dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, setelah menundukkan Malut United dengan skor 3-2 pada pekan ke-23 BRI Super League, Selasa 24 Februari malam WIB. Laga berjalan terbuka sejak awal, menghadirkan lima gol serta satu kartu merah yang membuat menit-menit akhir berlangsung dalam tekanan tinggi bagi tim tamu.
Kemenangan ini terasa penting karena diraih di kandang lawan yang tampil agresif sepanjang babak kedua. Persija Jakarta bukan hanya unggul dalam efektivitas peluang, tetapi juga mampu bertahan dalam situasi sulit ketika harus bermain dengan 10 orang pada penghujung pertandingan.
Start Tajam Persija di Babak Pertama
Tim asuhan Mauricio Souza langsung mengambil inisiatif sejak kick off. Pendekatan ofensif itu membuahkan hasil cepat. Pada menit kedelapan, umpan silang Bruno Tubarao dari sisi kanan disontek Alaaeddine Ajaraie di dalam kotak penalti untuk menaklukkan Angga Saputro. Gol tersebut memberi kendali awal bagi tim tamu.
Malut United mencoba merespons. Peluang datang melalui sundulan Wbeymar Angulo pada menit ke-23, namun Andritany Ardhiyasa sudah membaca arah bola.
Persija kembali menunjukkan ketajaman pada menit ke-29. Umpan matang Allano Lima diselesaikan Jordi Amat lewat sundulan yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Sempat ada gol tambahan pada menit ke-34, tetapi wasit menganulirnya setelah meninjau VAR karena Tubarao dinilai lebih dulu berada dalam posisi offside.
Keunggulan dua gol di babak pertama membuat Persija berada dalam posisi nyaman, sementara Malut United dituntut mengubah pendekatan setelah turun minum.
Respons Tuan Rumah dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, Malut United tampil lebih agresif. Trio David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino diandalkan untuk membongkar pertahanan Persija, meski peluang bersih tidak mudah tercipta.
Igor Inocencio sempat mengancam lewat tendangan bebas pada menit ke-70, namun bola masih melebar di sisi kiri gawang. Lima menit kemudian, Persija membalas melalui tembakan keras Allano Lima yang melambung di atas mistar.
Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-77. Umpan silang Frets Butuan disambut sontekan Ciro Alves yang memperkecil skor menjadi 1-2.
Namun respons Persija datang cepat. Tiga menit berselang, Fabio Calonego mencetak gol dari luar kotak penalti melalui tembakan keras yang kembali menjauhkan jarak menjadi 3-1. Gol ini menjadi momen kunci karena datang saat tuan rumah mulai mendapatkan momentum.
Malut United belum menyerah. Pada menit ke-82, umpan silang Yance Sayuri diselesaikan David da Silva lewat sontekan terarah yang membuat skor berubah menjadi 2-3. Situasi kembali tegang.
Yance Sayuri sempat memperoleh peluang pada menit ke-85, tetapi tembakannya melebar di sisi kanan gawang Persija.
Bertahan dengan 10 Pemain
Drama belum selesai. Pada menit ke-90, Persija harus bermain dengan 10 orang setelah pemain pengganti Aditya Warman diusir wasit karena menyikut Yakob Sayuri. Keputusan itu diambil setelah peninjauan VAR.
Unggul jumlah pemain, Malut United meningkatkan tekanan pada masa injury time. Bola lebih banyak berputar di area pertahanan Persija. Namun lini belakang tim tamu tetap mampu menjaga organisasi permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan 3-2 ini memperlihatkan dua sisi permainan Persija Jakarta: efektif saat menyerang dan cukup disiplin saat bertahan dalam tekanan. Di sisi lain, Malut United menunjukkan daya juang, tetapi kurang klinis di fase awal pertandingan ketika peluang masih terbuka.
Dengan hasil ini, Persija Jakarta menutup pekan ke-23 Super League dengan tambahan tiga poin dari laga tandang yang tidak mudah, sementara Malut United harus menerima kenyataan gagal memaksimalkan momentum kebangkitan di babak kedua.