Nottingham Forest mencatatkan rekor yang tidak diinginkan setelah menjadi klub pertama dalam sejarah Liga Inggris yang memecat tiga manajer dalam satu musim. Situasi itu membuat kursi pelatih kembali kosong, dan nama Vitor Pereira kini disebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Sean Dyche.
Pelatih asal Portugal yang sebelumnya menangani Wolves tersebut dilaporkan masuk dalam radar Forest. Jika benar ditunjuk, besar kemungkinan ia akan menerapkan skema 3-4-2-1 yang sempat digunakannya bersama Wolves. Dengan pendekatan itu, berikut gambaran susunan pemain Forest yang berpotensi diturunkan di bawah arahannya.
Fondasi Tiga Bek dan Peran Kiper
Di bawah mistar, Stefan Ortega tampak menjadi pilihan paling masuk akal untuk saat ini. Matz Sels masih belum bisa bermain dalam waktu dekat, sebagaimana diungkap Dyche sebelum meninggalkan klub. Ortega yang direkrut pada Januari menjadi opsi utama sambil menunggu keputusan lebih lanjut ketika semua kiper sudah tersedia.
Di lini belakang, Murillo diyakini bakal menjadi figur sentral. Bek Brasil berusia 23 tahun itu tengah dibekap masalah paha, tetapi cederanya diperkirakan tidak akan membuatnya absen terlalu lama. Pengaruhnya terlihat jelas. Forest meraih delapan poin dari empat laga terakhir yang ia mulai sebagai starter, termasuk clean sheet melawan Arsenal dan Brentford. Sebaliknya, ketika ia absen, gawang Forest kebobolan tiga gol saat menghadapi Wrexham dan Leeds.
Nikola Milenkovic hampir pasti mengisi jantung pertahanan. Meski tidak setajam musim debutnya, terutama dari kontribusi gol, bek Serbia tersebut tetap menjadi sosok paling logis untuk memimpin lini belakang tiga orang.
Morato melengkapi trio bek. Ia kerap menjadi opsi rotasi ketika Murillo tidak tersedia. Dengan formasi tiga bek, Forest bisa menempatkan dua pemain Brasil di sisi kanan dan kiri Milenkovic yang dominan dalam duel udara. Kombinasi ini pernah menghasilkan kemenangan telak 7-0 atas Brighton, meski juga sempat berujung kekalahan 0-3 dari Chelsea. Secara teori, struktur ini tetap menawarkan dasar pertahanan yang cukup solid.
Keseimbangan di Sayap dan Lini Tengah
Di sektor kanan, Ola Aina berpeluang besar menempati posisi wing-back. Ia sempat dimainkan di sisi kiri saat melawan Leeds karena kebutuhan tim, tetapi kembali ke posisi naturalnya saat menghadapi Wolves. Fleksibilitas menjadi nilai tambah Aina, yang terbiasa bermain di kedua sisi lapangan. Adaptasinya dari bek sayap ke wing-back diperkirakan tidak akan menjadi masalah besar.
Di sisi berlawanan, Neco Williams kemungkinan kembali mengisi peran wing-back kiri. Ia pernah menjalankan tugas tersebut ketika Forest mencoba formasi tiga bek sebelumnya. Dalam 18 bulan terakhir, Williams lebih sering tampil di sisi kiri, sehingga peran itu terasa paling sesuai.
Untuk lini tengah, Elliot Anderson menjadi salah satu pemain kunci. Meski Forest tengah berjuang menghindari degradasi, performanya justru menonjol. Statistik duel dan umpan progresifnya termasuk yang paling menonjol di tim. Ketertarikan Manchester United menunjukkan nilai pasarnya meningkat signifikan di tengah musim yang sulit bagi klub.
Ibrahim Sangare diperkirakan menjadi pasangan Anderson di ruang mesin. Ryan Yates memang menawarkan pengalaman dan determinasi, tetapi musim ini perannya terbatas dengan hanya satu kali menjadi starter di Premier League. Saat ini, posisi Sangare di lini tengah masih sulit tergeser.
Kreativitas di Belakang Striker
Morgan Gibbs-White hampir tidak tergantikan. Ada opsi menurunkannya lebih dalam sebagai gelandang tengah, namun peran terbaiknya tetap berada di belakang penyerang. Di zona tersebut, ia bisa memberi pengaruh maksimal terhadap alur permainan.
Omari Hutchinson berpeluang menemani Gibbs-White sebagai gelandang serang kedua. Dalam sistem Pereira, peran ini lebih mengutamakan pemain yang mampu bergerak bebas dan membawa bola. Di Wolves, Matheus Cunha berkembang pesat dalam skema serupa. Meski Forest tidak memiliki profil identik, Hutchinson dinilai memiliki kemampuan dribel dan kreativitas yang dapat memberi dampak signifikan ketika tampil optimal.
Opsi Ujung Tombak
Di lini depan, Igor Jesus tampaknya menjadi pilihan awal. Chris Wood, yang pernah menjadi andalan Dyche di Burnley, belum bisa kembali karena cedera lutut yang membuatnya absen sepanjang masa kepelatihan Dyche di City Ground. Ketajamannya jelas dirindukan, tetapi belum ada indikasi ia akan segera pulih.
Igor Jesus yang direkrut pada musim panas sudah menunjukkan beberapa momen menjanjikan. Selain itu, Forest juga memiliki alternatif dalam diri Lorenzo Lucca, rekrutan Januari bertubuh tinggi besar yang menawarkan opsi berbeda di lini depan.
Dengan fondasi tiga bek, keseimbangan di sayap, serta kreativitas di belakang striker, Vitor Pereira berpotensi membawa pendekatan taktis baru bagi Forest. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kondisi pemain kunci dan stabilitas yang selama ini sulit ditemukan di klub tersebut.