Berita Terbaru

Mikel Arteta: Arsenal Hanya Bisa Berdoa Setiap Hadapi Bola Mati The Bees!

Mikel Arteta: Arsenal Hanya Bisa Berdoa Setiap Hadapi Bola Mati The Bees!

Mikel Arteta mengakui Arsenal hanya bisa “berdoa” saat menghadapi bola mati Brentford setelah hanya bermain imbang 1-1 di Gtech Community Stadium. Has...

Mikel Arteta mengakui Arsenal hanya bisa “berdoa” saat menghadapi bola mati Brentford setelah hanya bermain imbang 1-1 di Gtech Community Stadium. Hasil ini membuat The Gunners kembali kehilangan poin dalam persaingan gelar Liga Inggris dan kini hanya unggul empat angka atas Manchester City.

Arsenal sempat terlihat memegang kendali, terutama dalam 20 menit setelah jeda. Namun di luar periode tersebut, tim asuhan Arteta kesulitan menghadapi pendekatan langsung dan agresif yang diperagakan Brentford. Tuan rumah berulang kali memaksa Arsenal bertahan dalam situasi yang tidak nyaman, terutama dari lemparan jauh dan bola-bola ke area penalti.

Arteta tidak mencari alasan atas hasil tersebut. Ia menilai timnya memang tidak cukup baik dalam mengantisipasi kekuatan utama Brentford.

Kesulitan Menghadapi Bola Mati dan Situasi Kacau

Menurut Arteta, Arsenal sebenarnya sempat mengontrol pertandingan setelah mencetak gol. Namun menghadapi Brentford, keunggulan seperti itu tidak pernah benar-benar terasa aman.

Ia menjelaskan bahwa satu pelanggaran yang tidak perlu, satu bola yang dilepaskan ke sisi lapangan, atau satu sapuan yang kurang bersih sudah cukup untuk mengubah situasi. Dari momen-momen itulah Brentford menciptakan tekanan beruntun.

Arteta menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang membuat timnya seperti harus “berdoa”. Brentford dinilainya sangat ahli memanfaatkan bola mati dan duel di kotak penalti. Bola-bola liar yang memantul di area sempit menciptakan kekacauan yang sulit diprediksi dan sulit dipertahankan.

Ia menegaskan bahwa untuk menang di markas Brentford, sebuah tim harus siap bertahan mati-matian di dalam kotak penalti dan membuang bola sejauh mungkin. Tanpa ketegasan seperti itu, peluang untuk menang akan sangat kecil.

Gol Brentford dan Momen Krusial di Lini Belakang

Arsenal akhirnya kebobolan dari situasi yang sudah diantisipasi sebelumnya. Brentford mencetak gol melalui lemparan jauh Michael Kayode. Bola tersebut diteruskan dan mengarah kepada Lewis Keane-Potter, yang menyelesaikannya dengan sundulan di tiang jauh.

Meski begitu, Arsenal tetap memiliki sejumlah momen penting di lini belakang yang menyelamatkan mereka dari kekalahan. Cristhian Mosquera melakukan tekel krusial pada detik-detik terakhir untuk memblok tembakan Thiago. Di masa tambahan waktu, Declan Rice juga melakukan sapuan penting saat Brentford nyaris mencetak gol kemenangan.

Namun bagi Arteta, upaya-upaya tersebut belum cukup. Ia menekankan bahwa melawan tim seperti Brentford, setiap aksi bertahan harus dilakukan dengan konsistensi penuh sepanjang pertandingan. Brentford, menurutnya, bermain dengan pendekatan volume. Mereka terus mengirim bola ke area berbahaya untuk meningkatkan probabilitas terciptanya peluang.

Pendekatan itu, kata Arteta, dilakukan berulang-ulang dan dengan kualitas yang baik. Jika tidak mampu merespons setiap situasi dengan disiplin tinggi, risiko kebobolan akan selalu terbuka.

Dengan hasil ini, Arsenal masih memimpin klasemen, tetapi jarak dengan Manchester City kini hanya empat poin. Apalagi, laga tandang ke Etihad Stadium pada April sudah menanti. Dalam situasi seperti ini, setiap poin menjadi sangat berharga dalam perburuan gelar.

  • TOPIK
  • Arsenal
  • Brentford
  • Mikel Arteta
  • TOPIK
  • Arsenal
  • Brentford
  • Mikel Arteta