Penampilan Alisson di markas Paris Saint-Germain pada Maret lalu masih dikenang sebagai salah satu aksi terbaik seorang penjaga gawang klub. Ia tampil luar biasa dengan berulang kali menggagalkan peluang lawan di Parc des Princes, memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
Namun, usaha tersebut tidak cukup membawa hasil. Wakil Prancis itu tetap mampu menjaga ketenangan saat adu penalti di leg penentuan di Anfield pada pekan berikutnya, sebelum akhirnya melangkah hingga menjadi juara Liga Champions.
Kini, saat tim kembali bertanding di ibu kota Prancis, Alisson tidak ikut serta. Ia masih berada di Inggris untuk menjalani pemulihan cedera hamstring yang membuatnya absen selama tiga pekan terakhir.
Sempat muncul spekulasi mengenai hubungan yang kurang harmonis antara Alisson dan pelatih Arne Slot setelah unggahan media sosial sang kiper terkait cederanya. Namun kenyataannya, pernyataan tersebut hanya menegaskan kondisi yang sebelumnya telah dijelaskan oleh sang pelatih.
Dengan kondisi fisik dan usia yang mulai menjadi faktor, masa depan Alisson di Anfield setelah kontraknya berakhir musim panas mendatang masih menjadi tanda tanya. Situasi ini membuka peluang bagi Mamardashvili untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penerus jangka panjang.
Pada musim perdananya, kiper Georgia tersebut mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak dari yang diperkirakan, termasuk di kompetisi Eropa di mana ia sudah bermain dalam lima dari sepuluh pertandingan sebelumnya.
Pengalamannya bersama Valencia dan tim nasional Georgia membuatnya cukup matang untuk menghadapi tekanan pertandingan besar. Ia diperkirakan tidak akan gentar menghadapi pemain seperti Ousmane Dembele dan Desire Doue.
Selain itu, Mamardashvili juga memiliki kedekatan dengan Khvicha Kvaratskhelia karena sering bermain bersama di tim nasional, termasuk pada ajang Piala Eropa 2024.
Di sisi lain, performa kurang solid lini belakang pada musim lalu, terutama dari Ibrahima Konate dan minimnya perlindungan lini tengah, menjadi salah satu alasan mengapa Alisson harus bekerja ekstra keras saat Liverpool menghadapi PSG.
Lebih dari satu tahun berselang, masalah serupa kembali terlihat saat tim mengalami kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di ajang FA Cup pada Sabtu lalu. Bahkan Virgil van Dijk yang biasanya tampil konsisten ikut terdampak buruk dalam laga tersebut.
Penampilan tidak stabil Konate di Paris sebelumnya terjadi saat ia mulai dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk PSG, menjelang berakhirnya kontraknya. Hingga kini, situasinya belum juga menemui kejelasan meski kontraknya akan habis dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Kondisi tersebut diyakini memengaruhi performanya musim ini, meskipun ada faktor lain yang turut berperan.
Laporan dari Prancis menyebutkan bahwa peluang Konate untuk tetap bertahan di Anfield lebih besar dibandingkan hengkang. Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, keputusan dalam waktu dekat dianggap penting bagi semua pihak.
Penampilan impresif dalam pertandingan ini juga bisa menjadi sinyal positif bagi pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menjelang turnamen musim panas.
Lebih dari itu, laga ini menjadi kesempatan bagi Konate untuk memperbaiki kesan buruk dari penampilannya di Paris musim lalu dan kekalahan di Manchester akhir pekan kemarin.
Tim tidak boleh kembali menelan hasil memalukan karena hal itu akan meningkatkan tekanan terhadap Arne Slot ke level yang sulit ditoleransi, sekaligus memunculkan keraguan terhadap masa depan beberapa pemain di klub.
Peran Konate dan Mamardashvili akan sangat penting agar tim mampu meraih hasil positif sebelum leg berikutnya di Anfield pada Selasa mendatang. Hasil tersebut tidak hanya menjadi peluang untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya, tetapi juga memberi gambaran tentang arah masa depan tim.