Liverpool menjaga peluang mereka untuk menembus zona Liga Champions setelah menang dramatis atas Nottingham Forest di City Ground, Minggu. Gol Alexis Mac Allister pada menit ke-96 memastikan kemenangan tipis yang datang di saat terakhir, dalam laga yang sempat diwarnai kontroversi VAR.
Hasil ini membuat Liverpool tetap berada di peringkat keenam klasemen, namun jumlah poin mereka kini sejajar dengan Manchester United yang baru bermain pada Senin malam.
Keputusan Slot Disorot
Arne Slot melakukan keputusan yang cukup mengejutkan dengan menempatkan Dominik Szoboszlai sebagai bek. Langkah itu nyaris berujung mahal.
Sepanjang babak pertama, Liverpool tampil lambat dan kesulitan mengimbangi intensitas tuan rumah. Forest, yang terakhir kali menang di kandang pada ajang Premier League pada Desember lalu, justru tampil lebih percaya diri dan mampu menembus lini tengah Liverpool dengan relatif mudah.
Absennya Szoboszlai dari peran alaminya di lini tengah membuat permainan The Reds kehilangan kreativitas. Pemain asal Hungaria itu sepanjang musim ini menjadi salah satu figur paling menonjol, bukan hanya bagi timnya, tetapi juga di liga.
Ketika akhirnya ia digeser kembali ke tengah, ritme permainan Liverpool berubah. Tim tamu mulai menemukan alur serangan dan untuk pertama kalinya dalam pertandingan tersebut terlihat lebih mengendalikan permainan.
Kritik Jamie Carragher
Di jeda pertandingan, Jamie Carragher menyampaikan kritiknya di Sky Sports. Ia menyoroti performa Curtis Jones yang dinilai terlalu lama memegang bola.
“Saya akan terkejut jika Jones kembali setelah jeda. Dia terlalu lama menguasai bola dan saya rasa itu tidak akan berubah dari permainannya,” kata Carragher.
Ia juga menilai Liverpool kesulitan secara fisik dalam laga dengan tempo tinggi. Menurutnya, tim tersebut tampak kesulitan ketika pertandingan berlangsung terbuka dari ujung ke ujung, sesuatu yang berbeda dibanding performa mereka di Liga Champions.
Carragher juga menilai Forest gagal memanfaatkan dominasi awal. Tuan rumah menciptakan tekanan, namun tidak mampu mengonversinya menjadi gol.
Drama VAR dan Gol Penentu
Drama belum selesai menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-90, Mac Allister sempat membawa Liverpool unggul melalui situasi yang tak biasa. Namun selebrasinya terhenti setelah VAR memberi tahu wasit bahwa bola sempat mengenai siku sang gelandang sebelum masuk ke gawang.
Keputusan itu membuat gol dianulir!
Tambahan waktu akibat pemeriksaan VAR justru memberi Liverpool kesempatan terakhir. Di menit ke-96, Mac Allister kembali mencetak gol, kali ini tanpa kontroversi. Ia melepaskan tembakan keras yang memastikan tiga poin untuk timnya.
Kemenangan ini mungkin tidak lahir dari performa terbaik Liverpool, namun cukup untuk menjaga mereka tetap dalam persaingan menuju zona Liga Champions.