Selain Italia, beberapa negara seperti Nigeria dan Hungaria juga dipastikan tidak ambil bagian di turnamen yang akan digelar di Amerika Utara tersebut. Akibatnya, banyak pemain bintang dengan kualitas tinggi dipastikan absen.
Menariknya, daftar pemain termahal yang tidak lolos ke Piala Dunia kali ini didominasi oleh pemain asal Italia. Total ada tujuh pemain dari negara tersebut dalam susunan tim ini.
Kiper

Donnarumma sudah mencatat debut bersama tim nasional Italia sejak usia 16 tahun dan berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di generasinya. Namun, hingga usianya nanti mencapai 31 tahun, ia belum memiliki catatan tampil di Piala Dunia.
Sebagai negara besar dalam sepak bola, absennya Italia membuat pencapaian individu Donnarumma terasa kontras dan cukup mengejutkan.
Bek

Meski bukan berposisi asli sebagai bek kanan, Szoboszlai dimasukkan ke dalam tim ini sebagai solusi taktis. Dibanding opsi lain yang jauh lebih rendah nilainya, pemain Liverpool tersebut dianggap pilihan paling layak.
Hungaria sebenarnya menunjukkan performa cukup baik dalam beberapa tahun terakhir, namun tetap gagal lolos meski memiliki Szoboszlai di puncak performanya.

Bastoni menjadi sorotan setelah kartu merah yang diterimanya mengubah jalannya pertandingan melawan Bosnia. Kesalahan dalam duel sebagai pemain terakhir menjadi momen krusial yang berujung kegagalan Italia.
Awal tahun 2026 pun terasa berat bagi Bastoni setelah beberapa kesalahan penting yang ia lakukan.

Calafiori, yang biasa bermain sebagai bek kiri di level klub, berposisi sebagai bek tengah di tim nasional. Penampilannya di Euro 2024 sempat menarik perhatian banyak pihak.
Dalam tim ini, ia berduet dengan Bastoni, membentuk kombinasi dua bek tengah berkaki kiri.

Dimarco melengkapi lini belakang bernilai total sekitar Rp 4,6 triliun. Musim ini, ia tampil impresif dengan kontribusi 15 assist dan tujuh gol dalam 38 pertandingan bersama Inter.
Meski tampil konsisten, ia tetap tidak mampu membantu Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Gelandang

Kamerun gagal lolos meski sempat menunjukkan peningkatan performa di edisi sebelumnya. Baleba sendiri diprediksi akan menjadi incaran dalam bursa transfer musim panas.
Kegagalan Kamerun justru bisa mempermudah proses transfernya ke klub lain.

Italia kembali menjadi sorotan dengan fakta bahwa laga fase gugur terakhir mereka di Piala Dunia terjadi pada final 2006.
Barella, seperti Donnarumma, belum pernah tampil di Piala Dunia. Jika kesempatan itu datang, kemungkinan besar ia sudah memasuki usia 30-an.

Tonali menjadi satu-satunya eksekutor penalti Italia yang berhasil dalam kekalahan dari Bosnia. Namun kontribusinya tidak cukup untuk menghindarkan tim dari kegagalan.
Situasi ini bisa berdampak pada masa depannya di level klub, terutama menjelang bursa transfer.
Penyerang

Mbeumo mencetak empat gol selama kualifikasi, namun Kamerun tetap gagal melaju setelah tersingkir di babak play-off zona Afrika.
Hasil tersebut menjadi kekecewaan besar bagi tim dan pemain.

Osimhen menjadi penyerang dengan nilai tertinggi yang tidak tampil di Piala Dunia 2026. Nigeria sempat tampil meyakinkan sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti.
Situasi ini bisa membuka peluang transfer besar bagi sang pemain, yang saat ini bermain di Turki bersama Galatasaray.

Georgia menghadapi grup sulit dalam kualifikasi dan gagal bersaing. Mereka hanya mengumpulkan tiga poin dari enam pertandingan.
Meski negaranya tidak diunggulkan, Kvaratskhelia tetap dianggap sebagai salah satu pemain terbaik yang absen di turnamen ini.
Alhasil, absennya sejumlah negara besar dan pemain bintang membuat Piala Dunia 2026 kehilangan beberapa nama top. Dominasi pemain Italia dalam daftar ini menunjukkan betapa besarnya dampak kegagalan mereka lolos ke turnamen.