Format dua leg memang memberi kesempatan kedua bagi tim yang tertinggal. Secara teori, peluang masih terbuka setelah pertandingan pertama selesai.
Namun, Real Madrid, Sporting CP, dan Barcelona menghadapi tugas berat usai kalah di kandang sendiri masing-masing dari Bayern, Arsenal, dan Atlético pada leg pertama.
Satu-satunya tim tuan rumah yang menang adalah Paris Saint-Germain setelah mengalahkan Liverpool 2-0. Meski performa belum stabil, tim asuhan Arne Slot masih memiliki keunggulan bermain di Anfield yang bisa memberi harapan di leg kedua.
Ketiga tim yang tertinggal harus mengejar defisit di kandang lawan, sesuatu yang tidak mustahil tetapi jelas lebih sulit.
Data Historis: Sangat Jarang Terjadi
Jika melihat sejarah sejak musim 1992-1993, situasi seperti ini ternyata sangat jarang berakhir dengan comeback.
Dari 115 pertandingan fase gugur di mana tim kalah di kandang pada leg pertama, hanya 7 kasus yang berakhir dengan kelolosan tim tersebut. Artinya, peluangnya hanya sekitar 6,1 persen.
Menariknya, tiga dari tujuh keberhasilan itu terjadi karena aturan gol tandang yang kini sudah tidak berlaku.
Daftar Comeback Bersejarah
Leg pertama: 0-1 | Leg kedua: 3-0
Ajax sempat kalah di kandang dari Panathinaikos. Namun di leg kedua, tim asuhan Louis van Gaal membalikkan keadaan lewat dua gol Jari Litmanen dan satu gol tambahan Nordin Wooter.
Mereka akhirnya kalah di final dari Juventus melalui adu penalti. Ini menjadi satu-satunya kejadian selama 18 tahun awal kompetisi tersebut.
Leg pertama: 0-1 | Leg kedua: 3-2
Inter Milan bangkit setelah kalah di San Siro. Mereka menang 3-2 di Jerman dan lolos berkat aturan gol tandang.
Gol dari Wesley Sneijder dan Goran Pandev memastikan kelolosan, meski langkah mereka terhenti di perempat final.
Leg pertama: 0-2 | Leg kedua: 3-1
Manchester United menciptakan kejutan besar dengan membalikkan kekalahan dua gol.
Gol penalti Marcus Rashford di masa tambahan waktu memastikan kelolosan lewat gol tandang. Ini menjadi satu-satunya comeback setelah kalah lebih dari satu gol di kandang.
Leg pertama: 1-2 | Leg kedua: 4-1
Ajax kembali membuat kejutan dengan menghancurkan Real Madrid di Bernabéu. Gol dari Ziyech, Neres, Tadic, dan Schöne memastikan kemenangan telak.
Leg pertama: 0-1 | Leg kedua: 3-2
Tottenham Hotspur melakukan comeback dramatis. Lucas Moura mencetak hattrick, termasuk gol penentu di menit ke-96 yang membawa Spurs lolos lewat gol tandang.
Leg pertama: 2-3 | Leg kedua: 4-1
PSG membalas kekalahan dengan kemenangan besar di leg kedua. Dua gol Mbappé serta kontribusi Dembélé dan Vitinha memastikan kelolosan.
Leg pertama: 0-1 | Leg kedua: 1-0 (extra time)
PSG menang melalui adu penalti setelah agregat imbang. Mereka kemudian melaju hingga menjadi juara kompetisi tersebut.
Peluang Musim Ini Menurut Superkomputer
Menurut simulasi Opta:
- Barcelona memiliki peluang terbesar untuk bangkit, sekitar 20 persen
- Real Madrid memiliki peluang 13,1 persen
- Sporting CP hanya memiliki peluang 8,4 persen
Barcelona masih tertinggal dua gol dari Atlético dan kehilangan Pau Cubarsí karena kartu merah. Sementara Madrid harus bermain di Allianz Arena melawan Bayern.
Sporting menghadapi tantangan lebih berat karena melawan Arsenal yang berada di peringkat teratas Opta Power Rankings.
Kesimpulan
Secara statistik, peluang comeback setelah kalah di kandang pada leg pertama sangat kecil. Namun, sejarah menunjukkan bahwa kejutan tetap bisa terjadi, meski hanya dalam situasi tertentu.
sumber: theanalyst.com