Barcelona harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey, dan pelatih Hansi Flick tak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia menilai timnya gagal bermain sebagai satu kesatuan, terutama sepanjang babak pertama yang menjadi titik awal petaka di Stadion Metropolitano, Kamis waktu setempat.
Sebagai juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen La Liga, Barcelona datang dengan status unggulan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Atletico tampil agresif dan mencetak empat gol sebelum turun minum, membuat pertandingan praktis berada di luar kendali tim tamu sejak 45 menit pertama.
Babak Pertama yang Jadi Titik Balik
Flick menilai masalah utama timnya terletak pada koordinasi dan kerja kolektif yang tidak berjalan semestinya.
“Kami tidak bermain baik di babak pertama sebagai sebuah tim, kami tidak bermain seperti sebuah tim,” ujar Flick kepada wartawan.
Menurut pelatih asal Jerman itu, jarak antar pemain terlalu renggang sehingga pressing yang direncanakan tidak pernah benar-benar terlaksana. Situasi tersebut dimanfaatkan Atletico dengan efektif untuk mendominasi permainan dan menciptakan keunggulan besar sebelum jeda.
Flick bahkan menyebut 45 menit pertama sebagai pelajaran penting bagi skuadnya.
“Di 45 menit pertama kami mendapat pelajaran besar. Kadang itu bagus jika datang di momen yang tepat, mungkin hari ini adalah momen yang tepat,” lanjutnya.
Ia berharap kekalahan ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk sisa musim yang masih panjang. Meski tertinggal agregat besar, Flick menegaskan Barcelona belum menyerah dan masih memiliki satu pertandingan lagi untuk mencoba membalikkan keadaan.
“Babak kedua jauh lebih baik dan kami masih punya satu pertandingan lagi. Kami akan berjuang untuk itu,” tegasnya.
Kontroversi VAR Tambah Kekecewaan
Pada babak kedua, Barcelona sempat mencetak gol lewat Pau Cubarsi. Namun gol tersebut dianulir karena dianggap offside setelah tinjauan VAR yang berlangsung cukup lama. Keputusan itu memicu kebingungan, baik di stadion maupun bagi penonton televisi, karena tidak ada penjelasan jelas mengenai siapa yang berada dalam posisi offside dan pada momen mana pelanggaran terjadi.
Flick secara terbuka mengkritik proses tersebut.
“Ini kacau. Mereka harus menunggu entah berapa menit, apakah tujuh menit? Ayolah,” keluhnya.
Menurut Flick, dari sudut pandangnya situasi itu tidak menunjukkan adanya offside. Meski ia mengakui mungkin saja ofisial melihat sesuatu yang berbeda, ia menyoroti minimnya komunikasi yang diterima.
“Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit? Baiklah. Bagi saya, saat melihat situasi itu jelas tidak ada offside, tapi mungkin mereka melihat hal berbeda. Namun beri tahu kami,” katanya.
“Tidak ada komunikasi dan itu sangat buruk di sini.”
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Barcelona, namun Flick berharap pelajaran dari laga di Metropolitano bisa membantu timnya tampil lebih solid ketika menghadapi leg kedua dan sisa kompetisi musim ini.