Pemain berusia 41 tahun itu dilaporkan mengalami gangguan perut hingga harus muntah setelah ditarik keluar pada menit-menit akhir pertandingan yang dimenangkan tipis oleh Al Nassr atas Al Ettifaq, Kamis dini hari WIB.
Pelatih Jorge Jesus mengungkapkan bahwa sang pemain sebenarnya tidak dalam kondisi ideal sebelum pertandingan dimulai.
“Ia sebenarnya hampir tidak dimainkan karena kondisi fisiknya kurang baik,” ujar Jesus setelah pertandingan. “Dia mengalami sakit perut dan kelelahan. Setelah saya tarik keluar, dia langsung menuju ruang ganti dan muntah.”
Tetap Fokus pada Hasil Tim
Meski kondisi kesehatannya terganggu, Ronaldo tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia tetap menunjukkan sikap profesional dan fokus pada hasil tim.
Tak lama setelah laga berakhir, ia menuliskan pesan singkat di media sosial:
“+3. Energi luar biasa dari para suporter.”
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo masih sempat mencatatkan tujuh percobaan tembakan, meskipun tidak ada yang berbuah gol. Meski tanpa kontribusi gol darinya, tim asal Riyadh tetap berhasil mengamankan tiga poin penting.
Semakin Dekat dengan Gelar Liga Arab Saudi
Kemenangan tersebut membuat Al Nassr semakin kokoh di puncak klasemen Saudi Pro League dengan keunggulan delapan poin atas pesaing terdekat, Al Hilal, dengan lima pertandingan tersisa.
Mereka masih harus menghadapi dua tim papan atas lainnya, yakni Al Ahli yang berada di posisi ketiga dan Al Qadsiah di peringkat keempat. Namun posisi mereka saat ini sangat menguntungkan untuk meraih gelar utama pertama sejak kedatangan Ronaldo.
Sebelumnya, mantan pemain yang pernah menjadi juara liga di Inggris, Spanyol, dan Italia itu harus puas menjadi runner-up dalam dua musim awalnya. Bahkan pada musim lalu, timnya hanya mampu finis di posisi ketiga.
Hasil tersebut membuat mereka harus tampil di kompetisi level kedua Asia, yakni AFC Champions League Two. Menariknya, mereka juga masih berpeluang menjuarai turnamen tersebut setelah berhasil melaju ke babak perempat final.
Bukan Sekadar Andalkan Ronaldo
Keberhasilan tim musim ini tidak hanya bergantung pada satu pemain. João Félix bahkan mencatat kontribusi gol dan assist lebih banyak dibanding Ronaldo, dengan total 27 kontribusi langsung berbanding 26.
Selain itu, kekuatan utama tim juga terletak pada lini pertahanan yang solid, sebuah aspek yang bukan menjadi peran utama Ronaldo selama ini.
Data juga menunjukkan bahwa tim tetap tampil impresif tanpa kehadiran sang kapten. Dari 12 pertandingan yang dijalani tanpa pemain bernomor punggung tujuh tersebut, mereka berhasil memenangkan semuanya.
Persiapan Piala Dunia Masih Belum Stabil
Sebelum mengalami masalah perut, Ronaldo juga sempat absen pada dua pertandingan awal bulan Maret akibat cedera hamstring. Cedera tersebut membuatnya tidak ikut dalam laga uji coba terakhir tim nasional Portugal menjelang penentuan skuad untuk Piala Dunia.
Meski begitu, pelatih tim nasional Roberto Martínez menegaskan bahwa dirinya tetap mengandalkan Ronaldo.
“Dia adalah kapten kami, sosok panutan, dan pemain dengan semangat besar,” ujar Martínez. “Dia bukan sekadar pemain berusia 41 tahun, tapi seseorang yang terus ingin berkembang setiap hari. Ia menjadi contoh bagi pemain muda dan mencerminkan nilai-nilai tim.”
Kondisi kesehatan yang sempat menurun di tengah pekan ini menjadi salah satu tantangan tambahan bagi Ronaldo dalam mempersiapkan diri menuju turnamen besar tersebut.