Akibat kegagalan tersebut, Tonali dipastikan akan bekerja di bawah setidaknya satu pelatih baru pada musim depan. Hal ini terjadi setelah Gennaro Gattuso resmi mengakhiri perannya sebagai pelatih timnas Italia melalui kesepakatan bersama, menyusul kekalahan di babak play-off.
Kegagalan ini menjadi catatan buruk bagi Italia. Mereka kini sudah tiga kali berturut-turut tidak berhasil lolos ke Piala Dunia, sebuah rekor yang tidak diharapkan bagi negara yang pernah menjadi juara turnamen tersebut.
Gattuso Resmi Mundur dari Timnas Italia
Dalam pernyataan resminya, Gattuso menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri dengan penuh rasa kecewa.
Ia menyebut bahwa dirinya tidak berhasil mencapai target yang telah ditetapkan bersama tim. Menurutnya, langkah mundur ini diambil agar federasi bisa segera melakukan evaluasi dan menentukan arah baru sejak awal.
Gattuso juga menegaskan bahwa melatih tim nasional merupakan sebuah kehormatan besar baginya. Ia merasa bangga bisa memimpin para pemain yang menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi terhadap tim.
Mimpi Tonali Bersama Idolanya Berubah Jadi Kekecewaan
Bagi Tonali, kesempatan bekerja sama dengan Gattuso sebelumnya dianggap sebagai momen yang sangat spesial. Ia telah lama mengidolakan sosok Gattuso dan kerap dibandingkan dengan legenda AC Milan tersebut karena gaya bermainnya yang penuh kerja keras.
Tonali pernah mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Gattuso tidak sekadar profesional, melainkan juga cukup dekat secara personal. Ia mengaku sering mendapatkan banyak nasihat tentang sepak bola dan kehidupan yang diyakini akan berdampak pada masa depannya.
Gattuso, menurut Tonali, adalah sosok yang tegas namun selalu menginginkan yang terbaik dari setiap pemain. Ia dikenal tidak mudah menyerah dan selalu memberikan segalanya demi mencapai tujuan.
Tonali juga mengagumi semangat juang Gattuso saat masih aktif sebagai pemain. Ia menilai idolanya itu selalu bermain dengan hati, tidak kenal lelah, bahkan tetap tampil meski dalam kondisi cedera.
Performa Tonali Tak Cukup Selamatkan Italia
Selama proses kualifikasi, Tonali berhasil menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Italia. Ia bahkan mencetak gol krusial saat menghadapi Irlandia Utara di babak semi final play-off, yang membawa Italia melaju ke pertandingan melawan Bosnia.
Pada laga penentuan tersebut, Italia harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama. Meski demikian, mereka mampu bertahan hingga pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Sayangnya, Italia tidak mampu memaksimalkan peluang di babak tersebut. Bosnia keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1 dalam adu penalti. Tonali menjadi satu-satunya pemain Italia yang berhasil mencetak gol dari titik penalti.
Momen yang seharusnya menjadi perjalanan impian bagi Tonali bersama idolanya justru berakhir dengan kekecewaan besar.